TENTANG UU PERFILMAN, PERLU ADANYA PERATURAN DAERAH

20150507_152358

Untuk memperoleh dukung Pemerintah Kita di daerah tentang perfilman, sangat diharapkan adanya peraturan daerah, sehingga para insane-insan perfilman di NTT, bisa berkreatif sesuai dukungan dan kemampuan daerahnya.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Nunung Prajarto,MA,PH.D, saat melakukan pemaparan Sosialisasi Undang-Undang Perfilman Nomor 33 tahun 2009, bertempat di Hotel Pelangi Kota Kupang, pada kamis,07 Mei 2015. Yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Eekonomi Kreatif Provinsi NTT.

Kepada Ratusan Peserta yang hadir, Prof Nunung, mengharapkan, agar benar-benar memahami seluruh isi dalam pasal demi pasal yang terkandung didalamnya, sehingga dalam melakukan kegiatan perfilman, tidak keluar dari apa yang diatur.

Dia mengajak semua Insan seni yang hadir, harus membantu Pemerintah Provinsi NTT, dalam program peningkatan ekonomi kreatif dengan membuat film-film ceritera rakyat maupun film-film documenter yang bisa menarik hati para wisatawan local maupun wisatawan asing.

Dia menjelaskan, para insan seni harus kreatif dalam membuat film, agar memiliki daya tarik dan daya jual yang tinggi, sehingga bisa mendatang ekonomi yang baik dalam kehidupan masyarakat.

Para Insan Ieni NTT, harus mampu mengemas ceritera-ceritera sejarah budaya yang ada di NTT, sehingga menarik untuk ditonton secara luas. Tanpa kemasan yang menarik, akan sia-sialah upaya kita dalam pengembangan ekonomi kreatif bagi kita dan bagi masyarakat luas, tandasnya.

Dikatakannya lagi, Undang-undang Perfilman ini dibuat, untuk membekup kepentingan-kepentingan para Insan Perfilman dalam melakukan Industri Perfilman. Dan jika kita ingin Perfilman tumbuh subur di NTT, maka tentu harus adanya peraturan daerah yang dibuat oleh pemerintah daerah NTT, sehingga apa yang dilakukan oleh para Insan Seni, akan sesuai dengan aturan-aturan yang diatur oleh pemerintah daerah serta memperoleh dukungan yang akan diberikan daerah sesuai kemampuan yang ada.

Agar pemahaman perfilman lebih dikenal luas, kita harus bisa melibatkan kaum muda, dari tingkat SLTA sampai perguruan tinggi dan berbagai elemen masyarakat dalam berbagai kegiatan tentang perfilman, sehingga mereka benar-benar memahami tentang cara melakukan perfilman yang benar dan bermanfaat.

Prof Nunung berharap, semoga lewat sosialisasi ini, para insan perfilaman yang hadir, menjadi duta bagi masyarakat NTT, tentang bagaimana melakukan kegiatan perfiulman yang bermanfaat dan mampu meningkatkan ekonomi kreatif bagi masyarakat kita di Nusa Tenggara Timur. ( NTT-EXPOS.002).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: