TOKOH MASYARAKAT DESA NGINAMANU DI KOTA KUPANG : “ BICARA SOAL INFRASTRUKTUR DAN PEMEKARAN WILAYAH “

ntt-expos.com.Kota Kupang,17/01/2016.

“ saya bukannya mau menghambat rencana Pemerintah terkait Pemekaran Desa Nginamanu,tapi sebaiknya dahulukan bagaimana menyediakan Infrastruktur yang memadai,sehingga masyarakat Nginamanu dan beberapa desa lainnya yang potensial di Kecamatan Wolomeze, mampu mengelola lahan – lahan pertanian mereka secara maksimal dan berdayaguna “, inilah pernyataan Tokoh Masyarakat Nginamanu di Kota Kupang, Ricardus Rema, ketika berbincang-bincang dengan awak media ini dirumahnya bilangan Liliba Kota Kupang, Sabtu,16/01/2016.

Ricardus yang juga Ketua Ikatan Suku Nginamanu Kota Kupang itu, mengatakan, banyak lahan-lahan persawahan yang masih kosong yang tidak teraliri air, ada juga lahan-lahan komoditi yang sangat menghasilkan namun sarana jalan tidak ada, maka sulit dijangkau, ada sumber air , tapi belum diberdayakan ke lahan-lahan pertanian.

Dia mengatakan, bagusnya, jika Pemerintah pikirkan bagaimana menyediakan sarana Infrastruktur yang memadai, sehingga warga masyarakat Nginamanu, bisa secara maksimal mengelola lahan-lahan yang ada, untuk meningkatkan ekonominya.

Dia menambahkan, sudah 3 kali dilakukan pemekaran Desa Nginamanu. Setelah pemekaran, banyak masalah yang terjadi, antara lain, perampasan tapal batas antar saudara yang berpotensi saling ancam sampai pada perkelahian serius. Etnis Budaya yang dulunya dalam satu Ikatan Suku, kini harus terpisah dan yang amat diragukan adalah, saling mengklaim kepemilikan Etnis, sehingga keaslian Budaya yang dulunya Lestari mulai terkotak-kotak lalu dikembangkan sesuai keinginan masing-masing. Hal-hal inilah yang berpotensi bisa merusak kebersamaan dalam ikatan Budaya dan Adat Istiadat peninggalan leluhur.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Nginamanu lainnya, Iwan Iskandar, mengatakan, dirinya sepakat dilakukan Pemekaran untuk pendekatan pelayanan pemerintah terhadap masyarakat. Namun, dirinya juga tidak ingin potensi-potensi alam yang ada di daerah Nginamanu dan dibeberapa desa lainya dalam kecamatan Wolomeze, tidak dapat dikelola secara maksimal karena kurangnya Infrastruktur pendukung, sehingga rakyat tidak mampu memperbaiki keadaan ekonomi hidupnya menjadi lebih baik.

Menurut Iwan, dirinya sangat mendukung upaya Rencana Pemekaran Desa yang akan dilakukan oleh Pemerintah daerah Ngada, namun dirinya mengharapkan, kalau bisa, penyediaan Infrastruktur dan pemekaran desa, dilakukan bersamaan.

Dirinya yakin, Pemerintah Ngada tentu mampu mengatur secara bijak soal menjalankan kedua kepentingan tersebut secara bersamaan. “Saya setuju adanya pemekaran wilayah namun saya juga amat setuju jika Pemerintah Ngada menyediakan Infrastruktur yang memadai untuk memacu ekonomi rakyat dari bidang pertanian”, papar Iwan mengakhiri pembicaraan. ( NTT EXPOS.003).




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: