WARGA KELUHKAN PENDO’A YANG DIDUGA SUKA ADU DOMBA

“ Sejak dulu kami hidup rukun antar kakak beradik dan antar sesama warga, setelah pendo’a yang bertingkah seperti supranatural itu tinggal di wilayah kami, kini hidup kami mulai saling curiga, sebab, pendo’a tersebut menebar isu kalau diantara kakak beradik kita, ada yang sedang guna-gunai salah satu keluarganya dengan tujuan ingin merampas harta berupa tanah peninggalan orangtua kami. Hal ini membuat percecokan yang hampir saja saling bunuh di antara kakak beradik kandung “.Inilah pengeluhan dari AKD ( 40 Tahun), kepada Media ini, saat ditemui di kediamannya di bilangan Naikoten Dua Kupang, pada beberapa waktu lalu.
AKD berharap, kiranya pihak aparat kelurahan harus bisa menyelidiki aktifitas pendo’a yang berinisial SA ( 52 Tahun) ini. SA sudah banyak menyebar isu-isu tentang adanya tukang suanggi atau tukang guna-guna di lingkungan hidup bermasyarakat dalam kelurahan Naikoten Dua, dan hal ini berpotensi akan terjadi saling curiga dan bukan tidak mungkin akan terjadi percecokan bahkan pembunuhan antar warga yang merasa dituduh melakukan sihir atau guna-guna.
Cara yang dilakukan oleh SA adalah, setelah melayani pasien yang datang minta dido’akan, SA mengatakan bahwa masalah atau sakit yang dialami oleh pasiennya, dibuat orang dengan cara sihir/suanggi atau diguna-ganai orang. SA tak segan-segan menyebut nama orang yang melakukan kepada pasiennya.
Bagi pasien yang bisa menyembunyikan rahasia, tentu tidak langsung menanyakan pada orang yang disebut oleh pendo’a itu, tetapi bagi pasien yang tidak sabar, maka, dia langsung mendatangi orang yang disebut itu dan mengancam dengan kekerasan. Bagi orang yang merasa tidak melakukan hal itu, dia akan marah dan terjadilah perkelahian maupun bisa saling bunuh. Hal ini membuat kehidupan dalam lingkungan menjadi tidak aman lagi.
Kepada aparat lingkungan maupun aparat keamanan, kiranya, melakukan penyelidikan terhadap para pendo’a yang suka memeca-belah kehidupan antar warga dengan modus menjadi pendo’a itu.
AKD, berharap, masalah ini segera mendapat perhatian serius dari aparat lingkungan dan pihak kelurahan. Kalau dibiarkan terus cara yang dilakukan oleh pendo’a ini, maka sesama warga akan hidup saling curiga terus.
Pendo’a SA harus diberikan teguran yang tegas, agar tidak lagi menuduh orang dengan alasan penglihatan dalam Do’a, sebab cara ini tentu sangat tidak masuk akal dengan ajaran agama manapun.
Masa, orang miskin karena nasibnya ditutup orang ?, masa orang sakit perut diguna-gunai orang ?, masa orang gagal dapat kerja juga di tutup orang ?, masa orang jualan tidak laku juga ditutup orang ?, ucap AKD dengan penuh kesal. ( NTT-EXPOS.003)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: